Selasa, 21 Februari 2017

pertemuan ke-3 Media pembelajaranb kimia

TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

PENGERTIAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.

Dalam upaya menjelaskan bagaimana suatu informasi (pesan pengajaran) diterima, disandi, disimpan dan dimunculkan kembali dari ingatan serta dimanfaatkan jika diperlukan, telah dikembangkan sejumlah teori dan model pemrosesan informasi oleh para pakar seperti Biehler dan Snowman (1986); Baine (1986); dan Tennyson (1989). Teori-teori tersebut umumnya berpijak pada tiga asumsi (Lusiana, 1992) yaitu:
a.       Bahwa antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi dimana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu.
b.      Stimulus yang diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk ataupun isinya.
c.        Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas yang terbatas.
Dari ketiga asumsi tersebut,dikembangkan teori tentang komponen struktur dan pengatur alur pemrosesan informasi (proses control). Kompenen pemrosesan dipilih menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah:
1.      Sensory receptor
Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. informasi  masuk  ke  sistem  melalui  sensory register Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, informasi hanya dapat bertahan dalam waktu yang sangat singkat, dan informasi tadi mudah terganggu dengan kata lain sangat mudah berganti. Agar  tetap berada dalam  sistem, informasi  masuk  ke  working  memory  yang  digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2.      Working memory
Pengerjaan atau operasi  informasi berlangsung di working memory. Disini, berlangsung proses berpikir secara sadar. Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasi yang diberi perhatian (attention) oleh individu. Pemberian perhatian ini dipengaruhi oleh peran persepsi. Karakteristik WM adalah bahwa; 1) ia memiliki kapasitas yang terbatas, lebih kurang 7 slots. Informasi di dalamnya hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa upaya pengulangan atau rehearsal. 2) informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Asumsi pertama berkaitan dengan penataan jumlah informasi, sedangkan asumsi kedua berkaitan dengan peran proses kontrol. Artinya, agar informasi dapat bertahan dalam WM, maka upayakan jumlah informasi tidak melebihi kapasitas WM disamping melakukan rehearsal. Sedangkan penyandian pada tahapan WM, dalam bentuk verbal, visual, ataupun semantik, dipengaruhi oleh peran proses kontrol dan seseorang dapat dengan sadar mengendalikannya.
3.      Long term memory
Long Term Memory (LTM) diasumsikan;
1) berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki oleh individu,
 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan
3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang.
yang berfungsi sebagai kerangka untuk mengkaitkan pengetahuan baru. Dengan ungkapan lain, Tennyson (1989) mengemukakan bahwa proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilasikan pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan (knowledge base) (Lusiana, 1992).
            Teori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah :
1.      Menarik perhatian
2.      Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa
3.      Merangsang ingatan pada pra syarat belajar
4.      Menyajikan bahan peransang
5.      Memberikan bimbingan belajar
6.      Mendorong unjuk kerja
7.      Memberikan balikan informatif
8.      Menilai unjuk kerja
9.      Meningkatkan retensi dan alih belajar

10 komentar:

  1. apakah faktor yang menyebabkan informasi tidak tersimpan di long term memory?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan mencoba bantu menjawab pertanyaan saudari, kita ketahui bahwa setiap orang memiliki tingkat kognitif yang berbeda-berbeda,dari tingkat kognitif tsb tentulah pula tingkat mereka dalam menyimpang setiap informasi yang mereka terima juga berbeda-berbeda baik itu di dalam short term memory maupun long term memory, nah jika informasi yang didapatkan oleh sesorang yang kemudian akan masuk kedalam short term memorynya lalu informasi tsb tidak mereka ulang-ulang untuk memanggil informasi tsb maka informasi yang terdapat didalam short term memory tidak bisa tersimpan didalam long term memorynya

      Hapus
    2. Terimakasih miranda sudah membantu menjawab pertanyaan dari dwindah , semoga bermanfaat.

      Hapus
  2. Dalam teori pemprosesan informasi melalui media pembljrn kmia, kesulitan ap yang anda temui disini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejauh ini saya belum menemukan kesulitan dalam teori pemrosesan informasi melalui media karna teori ini menarik perhatian dan memberitahukan tujuan pembelajaran pada siswa.

      Hapus
  3. teori manakah yang lebih mudah dalam pemrosesan informasi berbantuan media?

    BalasHapus
  4. Bagaimana cara kita memanggil kembali sesuatu dalam memori jangka panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya yaitu dengan menyebutkannya berkali-kali, atau serring kita sebut atau bahas. terima kasih

      Hapus
    2. Terima Kasih ismi sudah membantu menambahkan jawaban .

      Hapus